Dalam sistem PPN di Indonesia, DPP Nilai Lain adalah salah satu jenis Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang digunakan untuk menghitung pajak terutang jika nilai transaksi yang sebenarnya (seperti Harga Jual atau Penggantian) sulit ditentukan atau jika terdapat kondisi tertentu yang diatur oleh Menteri Keuangan.
Secara umum, PPN dihitung dengan rumus: PPN = Tarif x DPP
Mengapa Perlu Nilai Lain?
Biasanya, DPP didasarkan pada Harga Jual atau Penggantian. Namun, ada situasi di mana tidak ada uang yang dibayarkan atau harga pasar sulit dijadikan acuan tunggal. Nilai Lain hadir untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan administrasi bagi wajib pajak dalam menghitung PPN.
Contoh Penerapan DPP Nilai Lain
Nilai Lain sebagai dasar Pengenaan Pajak atau sering disingkat DPP Nilai lain diatur dalam Pasal 8A UU PPN ayat 1. Sementara ayat 3 menyatakan bahwa Pajak masukan atas perolehan BKP/JKP/ impor BKP, serta pemanfaatan BKP tidak berwujud dan/atau Pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean, yang dalam penghitungan PPN terutang menggunakan DPP berupa nilai lain dapat dikreditkan.
Pengaturan lebih lanjut nilai lain sebagai dasar Pengenaan Pajak diatur dalam PMK 121/PMK.03/ 2015 yang merupakan perubahan ketiga dari PMK 75/PMK.03/2010 tentang nilai lain sebagai dasar Pengenaan Pajak.
Nilai Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ditetapkan sebagai berikut:
| huruf | Objek PPN | DPP Nilai Lain |
| a | Pemakaian sendiri BKP dan/atau Jasa Kena Pajak | Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor; |
| b | Pemberian cuma-cuma BKP dan/ atau JKP adalah | Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor; |
| c | di hapus | |
| d | untuk penyerahan film cerita | perkiraan hasil rata-rata per judul film; |
| e | Penyerahan produk hasil tembakau | harga jual eceran |
| f | BKP berupa persediaan dan/ atau aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan | harga pasar wajar |
| g | Penyerahan BKP dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan/ atau penyerahan BKP antar cabang | harga pokok penjualan |
| h | Penyerahan BKP melalui pedagang perantara | harga yang disepakati antara pedagang perantara dengan pembeli; |
| i | untuk penyerahan Barang Kena Pajak melalui Juru lelang | harga lelang |
untuk huruf J (jasa pengiriman paket ,k (paket wisata), m (freight Fowarding). dicabut, pengaturannya dipindahkan ke PMK 71/PMK.03/2022 tentang PPN atas Penyerahan JKP tertentu. Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan perkiraan hasil rata-rata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d, dan harga jual eceran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e, dalam rangka penerapan Nilai Lain, diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak.
Perubahan Pada PMK 71/2022
Berdasarkan peraturan terbaru (seperti PMK No. 71/2022), berikut adalah beberapa transaksi yang menggunakan Nilai Lain:
| Jenis Transaksi | Dasar Pengenaan Pajak (Nilai Lain) |
| Pemakaian Sendiri | Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. |
| Pemberian Cuma-cuma | Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. |
| Penyerahan Media Rekaman Suara/Gambar | Perkiraan Harga Jual rata-rata. |
| Penyerahan Film Cerita | Perkiraan hasil rata-rata per judul film. |
| Produk Hasil Tembakau | Harga Jual Eceran (HJE). |
| Barang Inbreng/Sisa Aktiva | Harga pasar wajar (saat pembubaran perusahaan). |
| Penyerahan melalui Pedagang Perantara | Harga yang disepakati antara pedagang perantara dengan pembeli. |
| Penyerahan melalui Juru Lelang | Harga lelang. |